Pasal
1
Dalam
Undang-undang ini yang dimaksud dengan :
(1)
"tempat kerja" ialah tiap ruangan atau lapangan, tertutup
atau terbuka, bergerak atau tetap dimana tenaga kerja bekerja, atau
sering dimasuki tempat kerja untuk keperluan suatu usaha dan dimana
terdapat sumber atau sumber-sumber bahaya sebagaimana diperinci
dalam pasal 2;
termasuk
tempat kerja ialah semua ruangan, lapangan, halaman dan sekelilingnya
yang merupakan bagian-bagian atau berhubung dengan tempat kerja
tersebut;
(2)
"pengurus" ialah orang yang mempunyai tugas langsung sesuatu
tempat kerja atau bagiannya yang berdiri sendiri;
(3)
"pengusaha" ialah :
a.
orang atau badan hukum yang menjalankan sesuatu usaha milik sendiri
dan untuk keperluan itu mempergunakan tempat kerja;
b.
orang atau badan hukum yang secara berdiri sendiri menjalankan sesuatu
usaha bukan miliknya dan untuk keperluan itu mempergunakan tempat
kerja;
c.
orang atau badan hukum, yang di Indonesia mewakili orang atau badan
hukum termaksud pada (a) dan (b), jikalau yang mewakili berkedudukan
di luar Indonesia.
(4)
"direktur" ialah pejabat yang ditunjuk oleh Mneteri Tenaga
Kerja untuk melaksanakan Undang-undang ini.
(5)
"pegawai pengawas" ialah pegawai teknis berkeahlian khusus
dari Departemen Tenaga Kerja yang ditunjuk oleh Menteri Tenaga Kerja.
(6)
"ahli keselamatan kerja" ialah tenaga teknis berkeahlian
khusus dari luar Departemen Tenaga Kerja yang ditunjuk oleh Menteri
Tenaga Kerja untuk mengawasi ditaatinya Undang-undang ini.

Back to Undang-undang Keselamatan Kerja Main Page


UNDANG-UNDANG KESELAMATAN KERJA

|